Posted by: alphonsuz | 24 July , 2009

Singapore?

Ini percakapan dua manusia yang berangan-angan untuk jalan-jalan keliling dunia, tapi apa daya duit tak sampai.

Aku (A): B Yuk kalau sudah punya uang jalan ke Italia trus mampir ke Roma juga kaya nya keren tuh.

Best Friend (B): Boleh, tapi Barcelona juga bagus loh. Bangunan dan budaya nya bernuansa beda.

(A): Hmm, boljug tuh.. ya udah setelah ke Italia kita ke Barcelona deh.

(B): Wah banyak keinginan, padahal ke Singapore aja belum pernah udah rencana jauh-jauh kesana.

(A): Loh, kalau rencana yang jauh aja dong. Lagian kalau cuman Singapore nanti kamu juga kesana sendiri pas umur 70 an.

(B): $%&#@ kon ndongakno aku loro tha? sampe di gowo nang kono. (Sialan kamu doain aku sakit ya? sampai aku harus ke sana).

Duh.. kenapa ya pergi ke Singapore pada umur lanjut selalu dianggap untuk berobat, kan bisa saja jalan2 diajakin cucu or anak. Tapi sebenernya maksudku mo godain seperti itu sich :D

(B): Iyo, aku ke sana buat nengokin km yang lagi berobat.

Nah loh, kena dee

Posted by: alphonsuz | 24 July , 2009

Tulisan apa nich?

 

 

Screen clipping taken: 24/07/2009, 19:37

 
 

 Tadi waktu mau komen blog teman ada security picture seperti ini.

Dodol kok sulit banget dibaca sama manusia ya :D

Ada yang yang tau kira2 tulisannya apa untuk kata pertama?

Posted by: alphonsuz | 5 August , 2008

Farewell CPI Sidoarjo

Kamis, 31 Juli 2008, hari terakhirku bekerja sebagai karyawan PT Charoen Pokphand Indonesia. Jika melihat kebelakang dan merunut ukiran jejakku selama bekerja hampir lima tahun banyak hal terlintas dibenakku. Teringat di bulan Agustus dan September aku berusaha mencari perkerjaan dan mengajukan beberapa lamaran ke beberapa perusahaan. Setelah mengalami 2x psikotest (sekali gagal karena tidak dalam kondisi yang optimal dan kondusif) aku mulai menjejakkan diri pada tanggal 15 September 2003 di perusahaan ini. Secara resmi diakui pada tanggal 1 Oktober 2003 dan mengalami masa percobaan selama 3 bulan.

Tidak terasa hari pun berganti, minggu demi minggu dilalui, bulan demi bulan terlewati serta tahun demi tahun telah dijalani dengan meninggalkan ribuan kisah. Perihnya sedih dan riangnya senang bagaikan suatu warna yang menghiasi perjalananku. Begitu banyak persahabatan yang terjalin meskipun ada juga beberapa ketidakcocokkan. Baik di Surabaya, Jakarta maupun di Bali ataupun beberapa kota lain yang tidak sempat kukunjungi. Thanks buat semuanya, meskipun kita sudah tidak berada dalam naungan tempat kerja yang sama besar harapanku untuk kita dapat tetap menjalin rasa.

Hari ini kusambut hariku yang baru di tempat kerjaku yang baru dan semoga kalian tetap penuh dengan semangat yang baru juga. Sekali lagi terima kasih karena kalian telah memberiku banyak inspirasi dan telah mencintaiku dengan cara kalian (Ge eR deh)

“Thank you for loving me, For being my eyes When I couldn’t see For parting my lips When I couldn’t breathe Thank you for loving me Thank you for loving me” Bon Jovi

Posted by: alphonsuz | 1 June , 2008

Museum Kereta Jogjakarta

Masih dalam serangkaian road trip ke Jogjakarta bulan Mei 2008 kemarin, sampailah aku dan teman-taman pada keraton Jogjakarta. Begitu turun dari mobil kita langsung di serbu oleh beberapa tukang becak yang mencoba menjadi sopir pribadi. Dengan tarif yang cukup murah para tukang becak ini akan mengantar kita ke tempat-tempat yang sering dikunjungi di Jogjakarta. Hitung-hitung untuk membantu sekaligus mengenang kembali rasa berbecak-ria akhirnya kita mengiyakan tawaran mereka. Lokasi pertama yang dituju adalah Museum Kereta, letaknya ada di samping keraton Jogjakarta. Setelah mengeluarkan duit untuk membayar karcis sebesar Rp 3.000 perorang + ijin memotret sebesar Rp 1.000 mulailah kita membuntuti seorang Abdi Dalem yang merangkap guide. Abdi Dalem adalah “karyawan” dari keraton. Aku sebut “karyawan” karena meskipun mendapat gaji, sebenarnya mereka bekerja berdasarkan pengabdian dan biasanya diwariskan turun menurun. Ada yang berminat? Untuk bocoran buat kalian yang mungkin ingin melamar sebagai Abdi Dalem, guide yang mengantar kita mempunyai gaji Rp 1.250 sebulan. Yupe, itu bukan salah ketik tapi benar seribu dua ratus lima puluh rupiah. Wah untung keraton tidak dituntut ILO karena melakukan perbudakan. Wah kok jadi ngomongin abid dalem….:-p, ok back to topic.
Ada 22 kereta di museum ini dan rata2 berumur lebih dari seratus tahun. Sebenarnya museum ini bisa disebut garasi kereta karena semua kereta tersebut masih bisa digunakan dan beberapa akan dikeluarkan pada acara-acara keraton. Kereta-kereta ini masing-masing memiliki nama dan bisa di sebut sebagai pusaka. Sebelum digunakan biasanya kereta-kereta ini melalui suatu ritual tertentu. Percaya atau tidak percaya tetapi kereta-kereta ini memiliki “penjaga”. Terbukti pada waktu terjadi gempa besar di Jogjakarta beberapa tahun silam, kereta-kereta ini tidak mengalami kerusakan apapun meski gempa telah memberikan akibat yang merugikan bagi bangunan museum itu. Selain kereta ada pula perlengkapan berkuda seperti topi, pelana, cambuk dsb yang merupakan peninggalan dari jaman Belanda.  Adapun nama-nama kereta itu akan saya sebutkan tetapi sejarah, bentuk dan kegunaannya bisa diketahui sendiri jika mengunjungi museum kereta.
1. Kereta Kyai Jongwiyat
2. Kereta Kyai Jolodoro
3. Kereta Roto Biru
4. Kereta Kyai Rejo Pawoko
5. Kereta Landower
6. Kereta Premili
7. Kereta Kus No:10
8. Kereta Kapulitin
9. Kereta Kyai Kutha Kaharjo
10. Kereta Kus Gading
11. Kereta Kyai Puspoko Manik
12. Kereta Roto Praloyo
13. Kereta Kyai Jetayu
14. Kereta Kyai Harsunaba
15. Kereta Kyai Wimono Putro
16. Kereta Kyai Manik Retno
17. Kereta Kanjeng Nyai Jimad
18. Kereta Kyai Mondro Juwolo
19. Kereta Garudo Yeksa
20. Kereta Landower Wisman
21. Kereta Landower Surabaya
22. Kereta Kyai Noto Puro
Setelah berkeliling nantinya kita akan diajak untuk melihat kerajinan batik milik Abdi Dalem. Bisa di beli untuk oleh-oleh sekalian membantu orang yang kurang mampu.

Posted by: alphonsuz | 1 June , 2008

Kuliner – Bakso Cak Gondhol Malang

Cak Gondhol
Hari Sabtu tanggal 31 Mei 2008, berangkatlah kita ke rumah seorang teman di Malang. Berangkatnya agak kesiangan dari yang sudah dijadwalkan, maklum bawaan liburan pasti pengennya molor melulu. Singkat kata setelah urusan ngobrolnya selesai gantian deh perutku “ngobrol”. Tapi jangan kuatir deh kalau urusan kuliner, Malang merupakan salah satu basis wisata kuliner di Jawa Timur. Pilihan akhirnya jatuh pada Bakso Cak Gundhol, alamatnya Jl. LA Sucipto Timur No. 189. Kebetulan lokasi tidak jauh dari tempat kita ngobrol, cuman macetnya itu yang lumayan mengganggu. Kebetulan waktu itu tidak begitu ramai dan tanpa buang waktu langsung deh saya pesan bakso campur usus + kulit. Dengan harga Rp 7.500 untuk campur (Rp 1.250 per pieces) cukup terjangkau untung kantong cekakku hehehe. Rasa dan kualitas ok, karena selain porsi yang lumayan mengenyangkan rasa dan ukuran tidak mengecewakan. Satu hal menggelikan adalah bahwa penulisan Cak Gundhol itu bermacam-macam, dari Gundhul, Gondhol, Gundhol tapi maksudnya mungkin kalau pemiliknya itu gundul kali ya. Kalau yang beginian lapor di kantor pajaknya pake nama apa yach sebenarnya hahahaha (gilee lagi makan aja masih mikir tentang pajak). Ohya Warung ini memasang tag chinese food, so sebagai peringatan bahwa mungkin bakso ini mengandung unsur hewan yang di haramkan. Tidak aku tanyakan langsung sich, tapi aku cukup yakin akan maksud tersebut. Ok kalau gitu, bagi yang berminat silahkan meluncur kesana.

“Food for all is a necessity. Food should not be a merchandise, to be bought and sold as jewels are bought and sold by those who have the money to buy. Food is a human necessity, like water and air, it should be available”. Pearl Buck (1892-1973) American Nobel Prize winning author.

Posted by: alphonsuz | 30 May , 2008

Kuliner – Kopi Joss Jogjakarta

Dalam perjalanan pulang dari Malioboro ke hotel, aku tertarik pada keramaian disuatu jalan di sebelah rel kereta api stasiun Tugu. Begitu banyak anak muda yang duduk lesehan dan sederet sepeda motor memenuhi sebagian jalan tersebut. Daripada penasaran langsung aja deh aku mencoba mendatangi tempat tersebut sambil melihat-lihat. Ternyata tempat itu menyediakan wedang (minuman) bernama kopi joss. Hal pertama yang terlintas di benak aku adalah campuran dari kopi dan salah satu minuman energi. Tapi ternyata tidak, kopi joss merupakan campuran kopi panas dengan arang. Arang? Apa tidak salah ketik tuh? Yes! Arang, dan bukan sembarang arang melainkan arang yang masih membara merah. Arang tersebut diambil langsung dari tungku dan di letakkan didalam gelas kopi yang aku pesan seraya berbunyi “josss”. Kasiatnya kata empunya warung bisa membantu menghilangkan masuk angin dan membuat badan fit kembali. Sambil mengaduk-aduk kopi dan memandangi sang ”es batu negro” aku mencoba mengorek ulang pengetahuan aku tentang arang. Dan memang arang sudah dikenal bisa membantu dalam dunia pengobatan, biasa kita mengenalnya dalam bentuk pil norit. Pil yang berwarna hitam pekat yang bisa kita beli di apotek terdekat. Belakangan baru aku ketahui jika untuk memperoleh arang kualitas tinggi untuk pengobatan dapat diperoleh dari pete/petai. Dari ahli pengobatan yang aku kenal, arang petai memiliki kasiat prima untuk meningkatkan daya imun untuk menjaga kekebalan tubuh. Bisa jadi kopi joss merupakan obat masuk angin murah yang enak rasanya. Cuman ada satu peringatan dalam mengkonsumsi kopi joss ini, yaitu jika anda penggemar es batu dan sering menelan/ mengunyah es batu. Dengan hormat aku minta untuk lebih berhati-hati, karena menikmati kopi joss dengan di temani gorengan serta sate usus dll akan bisa menyebabkan anda lupa diri. Tempatnya persis di pinggir jalan dengan kendaraan lalu lalang serta duduk lesehan. Boleh untuk dicoba, anyone?

“Black as the devil, Hot as hell,  Pure as an angel, Sweet as love.” Charles Maurice de Talleyrand-Perigord; Recipe for coffee

Posted by: alphonsuz | 30 May , 2008

Candi Prambanan Riwayatmu Kini

Candi Prambanan

Beberapa saat yang lalu aku melakukan kunjungan ke tempat wisata terkenal di Jawa Tengah, Candi Prambanan namanya. Candi merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara memiliki 3 candi utama dan 224 buah candi perwara. Dibangun pada sekitar tahun 900 Masehi, candi ini termasuk dalam daftar warisan dunia Unesco pada tahun 1991. Wow, setelah 10 abad atau seribu tahun, candi ini baru diakui secara resmi oleh dunia. Candi yang terkena gempa pada tanggal 27 Mei 2006 ini masih dalam proses pemulihan. Tidak hanya pemerintah Indonesia, UNESCO pun turut serta dalam proses rehabilitasi ini. Tapi apakah itu merupakan tanggung jawab mereka? Aku rasa tidak, ini adalah tanggung jawab kita meskipun kita merasa tidak mampu untuk ikut melestarikan. Salah!!! Sekecil apapun kontribusi kita, itu akan menunjukkan rasa memiliki dan turut melestarikan warisan dunia yang di titipkan oleh nenek moyang kita. Baiklah… tapi seperti apakah kontribusi yang bisa kita berikan? Menulis tentang candi ini di blog atau memberikan sumbangan? Sebenarnya ada sederhana yang dapat kita lakukan yaitu menjaga kebersihan. Sangat sederhana tapi inilah yang aku lihat sendiri dengan mata kepalaku.

Dalam perjalanan melalui “puing-puing” candi, aku dan teman-teman ikut dalam keramaian yang terdiri dari berbagai macam daerah dan bangsa. Aku melihat beberapa anak muda generasi penerus bangsa sedang duduk santai disuatu pojok candi. Apa yang aneh dari situ? tidak ada! Tapi hal yang memalukan terjadi adalah ketika seorang bule yg berada didepan aku membungkuk, mengambil sebuah botol air kosong yang tergeletak disamping generasi muda itu dan meletakkannya pada tempat sampah yang berada di depan generasi muda kita. Aku tidak tahu reaksi mereka, tapi yang pasti aku malu. Bangkit itu malu kata bung Deddy Mizwar, malu karena martabat bangsa di injak-injak (Hmm.. kayanya versi aslinya ga gini deh). Bangkit itu marah, marah karena martabat bangsa di lecehkan, aku yakin para generasi muda itu marah… karena mereka dilecehkan karena “tamu” tersebut melakukan aksi sok bersih di depan mereka. Pertanyaannya adalah, pantaskah mereka marah atau pantaskah mereka dilecehkan? Seringkali kita marah jika di lecehkan, tapi kita selalu memberi kesempatan untuk dilecehkan.

Kita menghina negara kita sendiri yang kotor dan tak terawat dibanding negara tetangga, tetapi siapa sich yang mengotori dan tidak merawat negara nya itu. Dari penumpang becak sampai penumpang mobil mewah, banyak yang dengan mudahnya membuang sampah di jalan raya dan setelah itu berkomentar kalau negaranya kotor. Budaya bersih kadang merupakan hal yang lucu. Aku yakin banyak dari mereka tidak suka kalau tempat tinggalnya kotor, tapi mereka tidak keberatan kalau lingkungannya kotor. Aku tahu sendiri bahwa seorang teman menjaga rumahnya sedemikian rapi dan bersih dan itu dilakukan tanpa pembantu, tapi dia juga membuang sampah begitu saja keluar mobil. Kebersihan dimulai dari diri sendiri, mungkin kata-kata ini harus diubah menjadi kebersihan dimulai dari lingkungan. Begitu banyak banyak manusia egois yang menginginkan kebersihan bagi dirinya sendiri tapi tidak bagi lingkungannya. So bagaimana pendapatmu?

” It’s so much easier to suggest solutions when you don’t know too much about the problem.” Malcolm Forbes

Posted by: alphonsuz | 30 May , 2008

Kuliner – Sendang Ayu Jogjakarta

Dari perjalanan aku ke Jawa Tengah beberapa waktu lalu, singgahlah aku pada suatu tempat makan bernama Sendang Ayu, Jl. Jogja – Solo km 15 Kalasan Jogjakarta. Tempat ini terletak dekat dengan Candi Prambanan, berada di sebelah kiri jalan dari Jogjakarta ke arah Candi Prambanan. Sebelumnya tidak ada rencana untuk makan disini dan tidak tahu menahu akan keberadaan resto yang sudah berdiri sejak awal abad 21 (hahahah bilang aja sekitar tahun 2000). Tempat ini berada lebih rendah dari jalan raya dan didominasi oleh air. Itulah yang menarik mata aku sehingga akhirnya berputar balik untuk mampir. Ada 3 hal yang bisa aku dapat dalam wisata kuliner ini yaitu Unik, Lucu dan Segar. Keunikan tempat ini adalah salah satu cara untuk mencapai tempat lesehannya adalah dengan perahu tambang. Perahu tambang adalah perahu yg di kaitkan dengan tambang (tali) yang di bentangkan selebar “sungai”. Begitu parkir kita dapat membuang energi sedikit dengan menarik perahu dengan kita berada didalamnya. Mungkin konsep ini dibuat agar kita  bisa merasa lebih lapar ya hahaha.

Sendang Ayu 1

Hal yang lucu adalah bahwa kita harus berhati-hati melangkah di pinggiran “sungai” tersebut. Seorang teman yang terkantuk-kantuk terpeleset dan jatuh dengan posisi konyol di pinggir sungai itu. Untung saja dia tidak tercebur dalam sungai meskipun kejadian itu menjadi perhatian orang banyak yang juga antri. Konyol, seseorang bertanya “Sakit mas?”, Temanku menjawab “Ngga! Tapi malunya ini yang ngga kuat!”, yang langsung disahuti dengan gemuruh tawa semua orang.
Sendang Ayu

Tempatnya segar dan sejuk karena di penuhi pohon, dan pondok dari bambu membuat suasana jadi semakin nyaman. Tempat ini menyewakan pancing seharga Rp. 3.000 termasuk umpan, tapi aku rasa hanya sebagai selingan dan tidak bisa dijadikan alat mencari lauk kita. Untuk harga tidak mencekik leher atau bisa dibilang murah dengan lokasi seperti itu. Untuk nasi goreng spesial cuma Rp 5.000 dan aneka sambal Rp 2.000 (Ini harga setelah BBM naik, tetapi aku yakin mereka belum melakukan penyesuaian). Untuk masakan yang aku pesan tidak mengecewakan di lidah dan cukup memenuhi syarat jika di datangi kembali. Ohya, satu lagi poin segar adalah wanita yang menerima pembayaran waktu kami membayar cantik sekali hahaha. Mau mencoba?

“Those who welcome death have only tried it form the ears up.” Wilson Mizner

Posted by: alphonsuz | 30 April , 2008

Axis kartu GSM sesat?

Telah keluar kartu GSM AXIS dari penayangan di Televisi dengan tarifnya 60/sms 60/menit 600/mms angka 666=setan axis kebalikannya SIXA=siksa sedangkan AXIS=Anti Kris. Jangan bli kartu tersebut karena itu dikeluarkan dari Anti Kris. Dengan membeli kartu tersebut berarti kita mendukung gerakan Anti Kris. Sebarkan berita ini ke teman2 anda. Jika anda melakukannya berarti anda menyelamatkan jiwa2. Thank’s vie: Saya pengguna kartu axis. tiap mlm jem 12 saya mendapat mc dr seseorg yg tdk dikenal, terdengar jeritan suara ce. begitu pula tmn2 saya yg pake kartu axis, demikian jg yg pake kartu axis. sebelum terlambat, jgn pake axis.. Kesaksian nyata dari robi, pengguna axis 08666426454 fwd ke yg laen ya, jgn putus ditangan kamu!!

*Itu adalah salah satu dari berbagai macam pesan tentang Axis yang beredar baik melalui messenger ataupun email. Lama kelamaan jadi menggelitik saya untuk berkomentar. Setahu saya Axis merupakan “metamorfosis” dari kartu GSM Lippo Telecom yang selama ini mati suri. Terus terang “kebangkitan” nya ini merupakan kejutan karena dia mulai berpromosi setelah ada pesaing GSM baru “Three”. Mungkin untuk mengejar ketinggalan start dia melakukan strategi dasyhat mengenai tarif unik. Saya akui caranya benar2 unik karena dibandingkan GSM “3″ yang memberikan tarif 399 (yang bisa dibaca 3 + 99, mungkin secara numerologi ada harapan supaya 3 bisa mencapai angka kesempurnaan 99) heheheh ngawur mode deh. Akhirnya tarif yang serba 6 tersebut di intepretasikan secara sempurna (sesuai dengan keinginan?) sehingga sekarang menjadi suatu rumor yang panas. Paling tidak, dalam waktu dekat dia akan lebih dikenal luas dan berharap lebih banyak orang yg tidak percaya dan ingin membuktikan trus membeli kartu perdananya.
Yupe, seperti kata temanku Mon… bisa jadi memang startegi marketing terbalik, yang melakukan kontroversi untuk menjadi terkenal. Baru-baru ini kita juga sudah dibuktikan oleh Julia Perez pada albumnya yg di beri “attachtment” sebuah alat kontrasepsi. Aku aja tau Julia Perez seorang penyanyi baru setelah album nya heboh hehehe. Pada akhirnya benar atau salah ini hanya pendapatku, benar atau salah itu adalah pendapatmu.

Additional info:
Thx buat semua yg udah berkomentar disini, jadinya aku ingin sedikit riset lagi mengenai Axis yang di Indonesia berada di bawah PT Natrindo Telepon Seluler. Axis sendiri saya pikir merupakan comotan dari dua nama investor perusahaan. Yaitu ada Saudi Telecom/ Arab Saudi Telecom (51% saham) dan Maxis Communication Bhd (44% saham). Dengan permodalan asing yang kuat tersebut, memang Axis bisa jadi competitor untuk perusahaan lokal yg meremehkan. So, darimanapun rumor itu beredar, baik kompetitor, axis sendiri ataupun pihak ketiga. Sebagai customer yang baik, kita menilai dari harga dan layanan bukan dari promosi atau pun “demosi”.

“My country, right or wrong.” Carl Schurz

Posted by: alphonsuz | 28 April , 2008

What are you looking at?

Sabtu 19 April 2008, jalan-jalan rame ke Batu. Mampir ke Jatim Park 1, keliling2 lihat macam2 ular dan hewan-hewan tak berdosa. Eh entah kenapa hati tertuju kepada satu hewan imut ini. Dia memandangi diriku dengan tatapan yang tak bisa kukatakan. Sama sekali tidak mengedip, dan raut wajahnya bagaikan kaleng besi (opo ae yoo). Singkat cerita gue jepret deh dia dari balik kandang kawatnya. Lihat lah bola matanya yg berkaca-kaca. Kira2 apa yang ada di benaknya yach?

 

Older Posts »

Categories