Telah keluar kartu GSM AXIS dari penayangan di Televisi dengan tarifnya 60/sms 60/menit 600/mms angka 666=setan axis kebalikannya SIXA=siksa sedangkan AXIS=Anti Kris. Jangan bli kartu tersebut karena itu dikeluarkan dari Anti Kris. Dengan membeli kartu tersebut berarti kita mendukung gerakan Anti Kris. Sebarkan berita ini ke teman2 anda. Jika anda melakukannya berarti anda menyelamatkan jiwa2. Thank’s vie: Saya pengguna kartu axis. tiap mlm jem 12 saya mendapat mc dr seseorg yg tdk dikenal, terdengar jeritan suara ce. begitu pula tmn2 saya yg pake kartu axis, demikian jg yg pake kartu axis. sebelum terlambat, jgn pake axis.. Kesaksian nyata dari robi, pengguna axis 08666426454 fwd ke yg laen ya, jgn putus ditangan kamu!!
*Itu adalah salah satu dari berbagai macam pesan tentang Axis yang beredar baik melalui messenger ataupun email. Lama kelamaan jadi menggelitik saya untuk berkomentar. Setahu saya Axis merupakan “metamorfosis” dari kartu GSM Lippo Telecom yang selama ini mati suri. Terus terang “kebangkitan” nya ini merupakan kejutan karena dia mulai berpromosi setelah ada pesaing GSM baru “Three”. Mungkin untuk mengejar ketinggalan start dia melakukan strategi dasyhat mengenai tarif unik. Saya akui caranya benar2 unik karena dibandingkan GSM “3″ yang memberikan tarif 399 (yang bisa dibaca 3 + 99, mungkin secara numerologi ada harapan supaya 3 bisa mencapai angka kesempurnaan 99) heheheh ngawur mode deh. Akhirnya tarif yang serba 6 tersebut di intepretasikan secara sempurna (sesuai dengan keinginan?) sehingga sekarang menjadi suatu rumor yang panas. Paling tidak, dalam waktu dekat dia akan lebih dikenal luas dan berharap lebih banyak orang yg tidak percaya dan ingin membuktikan trus membeli kartu perdananya.
Yupe, seperti kata temanku Mon… bisa jadi memang startegi marketing terbalik, yang melakukan kontroversi untuk menjadi terkenal. Baru-baru ini kita juga sudah dibuktikan oleh Julia Perez pada albumnya yg di beri “attachtment” sebuah alat kontrasepsi. Aku aja tau Julia Perez seorang penyanyi baru setelah album nya heboh hehehe. Pada akhirnya benar atau salah ini hanya pendapatku, benar atau salah itu adalah pendapatmu.
Additional info:
Thx buat semua yg udah berkomentar disini, jadinya aku ingin sedikit riset lagi mengenai Axis yang di Indonesia berada di bawah PT Natrindo Telepon Seluler. Axis sendiri saya pikir merupakan comotan dari dua nama investor perusahaan. Yaitu ada Saudi Telecom/ Arab Saudi Telecom (51% saham) dan Maxis Communication Bhd (44% saham). Dengan permodalan asing yang kuat tersebut, memang Axis bisa jadi competitor untuk perusahaan lokal yg meremehkan. So, darimanapun rumor itu beredar, baik kompetitor, axis sendiri ataupun pihak ketiga. Sebagai customer yang baik, kita menilai dari harga dan layanan bukan dari promosi atau pun “demosi”.
“My country, right or wrong.” Carl Schurz