Dari perjalanan aku ke Jawa Tengah beberapa waktu lalu, singgahlah aku pada suatu tempat makan bernama Sendang Ayu, Jl. Jogja – Solo km 15 Kalasan Jogjakarta. Tempat ini terletak dekat dengan Candi Prambanan, berada di sebelah kiri jalan dari Jogjakarta ke arah Candi Prambanan. Sebelumnya tidak ada rencana untuk makan disini dan tidak tahu menahu akan keberadaan resto yang sudah berdiri sejak awal abad 21 (hahahah bilang aja sekitar tahun 2000). Tempat ini berada lebih rendah dari jalan raya dan didominasi oleh air. Itulah yang menarik mata aku sehingga akhirnya berputar balik untuk mampir. Ada 3 hal yang bisa aku dapat dalam wisata kuliner ini yaitu Unik, Lucu dan Segar. Keunikan tempat ini adalah salah satu cara untuk mencapai tempat lesehannya adalah dengan perahu tambang. Perahu tambang adalah perahu yg di kaitkan dengan tambang (tali) yang di bentangkan selebar “sungai”. Begitu parkir kita dapat membuang energi sedikit dengan menarik perahu dengan kita berada didalamnya. Mungkin konsep ini dibuat agar kita bisa merasa lebih lapar ya hahaha.
Hal yang lucu adalah bahwa kita harus berhati-hati melangkah di pinggiran “sungai” tersebut. Seorang teman yang terkantuk-kantuk terpeleset dan jatuh dengan posisi konyol di pinggir sungai itu. Untung saja dia tidak tercebur dalam sungai meskipun kejadian itu menjadi perhatian orang banyak yang juga antri. Konyol, seseorang bertanya “Sakit mas?”, Temanku menjawab “Ngga! Tapi malunya ini yang ngga kuat!”, yang langsung disahuti dengan gemuruh tawa semua orang.

Tempatnya segar dan sejuk karena di penuhi pohon, dan pondok dari bambu membuat suasana jadi semakin nyaman. Tempat ini menyewakan pancing seharga Rp. 3.000 termasuk umpan, tapi aku rasa hanya sebagai selingan dan tidak bisa dijadikan alat mencari lauk kita. Untuk harga tidak mencekik leher atau bisa dibilang murah dengan lokasi seperti itu. Untuk nasi goreng spesial cuma Rp 5.000 dan aneka sambal Rp 2.000 (Ini harga setelah BBM naik, tetapi aku yakin mereka belum melakukan penyesuaian). Untuk masakan yang aku pesan tidak mengecewakan di lidah dan cukup memenuhi syarat jika di datangi kembali. Ohya, satu lagi poin segar adalah wanita yang menerima pembayaran waktu kami membayar cantik sekali hahaha. Mau mencoba?
“Those who welcome death have only tried it form the ears up.” Wilson Mizner

Joooonnn…. kesialanmu diceritakan disini..hahaha
By: monica on 2 June , 2008
at 12:31 pm
jadi kangen gurami bakar & asam manis’e
kapan bisa seperti dulu
thank’s postingnya
sallam
By: Tegu Soma on 7 February , 2009
at 5:08 pm
wah…ak juga pernah kesana cuma bersama temen cowokku….hehehehe…
sialnya plg dari tempat itu ak ribut ma…seseorang…!!
hiks….hiks….
By: ayuayuku on 12 February , 2009
at 8:42 am
sekarang banyak menu baru lho!
By: harapan jaya on 7 July , 2009
at 9:14 pm
oh ya? dah lama saya belum kesana nich… thx for the info
By: alphonsuz on 7 July , 2009
at 9:16 pm
tapi sayang sekarang pancingannya sudah tidak ada lagi!
By: harapan jaya on 7 July , 2009
at 9:20 pm