Posted by: alphonsuz | 1 June , 2008

Museum Kereta Jogjakarta

Masih dalam serangkaian road trip ke Jogjakarta bulan Mei 2008 kemarin, sampailah aku dan teman-taman pada keraton Jogjakarta. Begitu turun dari mobil kita langsung di serbu oleh beberapa tukang becak yang mencoba menjadi sopir pribadi. Dengan tarif yang cukup murah para tukang becak ini akan mengantar kita ke tempat-tempat yang sering dikunjungi di Jogjakarta. Hitung-hitung untuk membantu sekaligus mengenang kembali rasa berbecak-ria akhirnya kita mengiyakan tawaran mereka. Lokasi pertama yang dituju adalah Museum Kereta, letaknya ada di samping keraton Jogjakarta. Setelah mengeluarkan duit untuk membayar karcis sebesar Rp 3.000 perorang + ijin memotret sebesar Rp 1.000 mulailah kita membuntuti seorang Abdi Dalem yang merangkap guide. Abdi Dalem adalah “karyawan” dari keraton. Aku sebut “karyawan” karena meskipun mendapat gaji, sebenarnya mereka bekerja berdasarkan pengabdian dan biasanya diwariskan turun menurun. Ada yang berminat? Untuk bocoran buat kalian yang mungkin ingin melamar sebagai Abdi Dalem, guide yang mengantar kita mempunyai gaji Rp 1.250 sebulan. Yupe, itu bukan salah ketik tapi benar seribu dua ratus lima puluh rupiah. Wah untung keraton tidak dituntut ILO karena melakukan perbudakan. Wah kok jadi ngomongin abid dalem….:-p, ok back to topic.
Ada 22 kereta di museum ini dan rata2 berumur lebih dari seratus tahun. Sebenarnya museum ini bisa disebut garasi kereta karena semua kereta tersebut masih bisa digunakan dan beberapa akan dikeluarkan pada acara-acara keraton. Kereta-kereta ini masing-masing memiliki nama dan bisa di sebut sebagai pusaka. Sebelum digunakan biasanya kereta-kereta ini melalui suatu ritual tertentu. Percaya atau tidak percaya tetapi kereta-kereta ini memiliki “penjaga”. Terbukti pada waktu terjadi gempa besar di Jogjakarta beberapa tahun silam, kereta-kereta ini tidak mengalami kerusakan apapun meski gempa telah memberikan akibat yang merugikan bagi bangunan museum itu. Selain kereta ada pula perlengkapan berkuda seperti topi, pelana, cambuk dsb yang merupakan peninggalan dari jaman Belanda.  Adapun nama-nama kereta itu akan saya sebutkan tetapi sejarah, bentuk dan kegunaannya bisa diketahui sendiri jika mengunjungi museum kereta.
1. Kereta Kyai Jongwiyat
2. Kereta Kyai Jolodoro
3. Kereta Roto Biru
4. Kereta Kyai Rejo Pawoko
5. Kereta Landower
6. Kereta Premili
7. Kereta Kus No:10
8. Kereta Kapulitin
9. Kereta Kyai Kutha Kaharjo
10. Kereta Kus Gading
11. Kereta Kyai Puspoko Manik
12. Kereta Roto Praloyo
13. Kereta Kyai Jetayu
14. Kereta Kyai Harsunaba
15. Kereta Kyai Wimono Putro
16. Kereta Kyai Manik Retno
17. Kereta Kanjeng Nyai Jimad
18. Kereta Kyai Mondro Juwolo
19. Kereta Garudo Yeksa
20. Kereta Landower Wisman
21. Kereta Landower Surabaya
22. Kereta Kyai Noto Puro
Setelah berkeliling nantinya kita akan diajak untuk melihat kerajinan batik milik Abdi Dalem. Bisa di beli untuk oleh-oleh sekalian membantu orang yang kurang mampu.


Responses

  1. Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://pariwisata.infogue.com/museum_kereta_jogjakarta

  2. Untung “gaji”nya karyawan abdi dalem ini cuman Rp 1.250. Kalau nggak, kayaknya pekerjaan ini bisa kau rampas deh. Lah penuturanmu persis kayak pembimbing sinau wisata ..haha


Leave a response

Your response:

Categories